Selasa, 07 April 2009

avatar the legend of Aang = dajjaL........._?!!

avatar the lagend of Aang atau dengan sebutan lain,,, avatar the last air bender merupakan salah

satu film kartun yang paling banyak peminatnya, bukan saja di Indonesia namun juga di negara-

negara lain. Dari anak-anak yang jika bicara saja masih susah, sampai bapak-bapak yang

beberapa rambutnya sudah mulai memutih. Hanya saja, saya belum pernah mendengar ada

kakek-kakek yang suka nontonAvatarhttp://www.suaramedia.com/arti...




Serial film kartun Avatar banyak mengadopsi seni budaya, adat istiadat, dan mitologi dari benua

Asia dalam penciptaan fiksinya. Avatar juga mencampur filosofi, bahasa, agama, seni bela diri,

pakaian, dan budaya dari negara-negara Asia seperti Cina, Jepang, Mongolia, Korea, India, dan

Tibet. Hal ini bisa dimungkinkan sebab kru dari film seri Avatar sendiri mempekerjakan

konsultan budaya, Edwin Zane, untuk memeriksa naskah cerita.



Secara etimologi, istilah Avatar berasal dari bahasa Sansekerta (Avatāra) yang secara harfiah

berarti “turun”, atau dalam pengertian luas berarti “Datangnya Ratu Adil”, seperti halnya

Maranatha dalam paham Katolik. Dalam mitologi Hindu, para dewa memanifestasikan dirinya

sebagai manusia super dengan turun menjelma ke dunia untuk mengembalikan keseimbangan

di muka bumi, setelah mengalami zaman kejahatan yang teramat sangat. Penjelmaan dewa

inilah, sang penyelamat terakhir, yang disebut sebagai Sang Avatar.



Belakangan, ada yang menyatakan serial Avatar memuat misi tersembunyi untuk kepentingan

Sang Dajjal. Sangat mungkin, penilaian ini berangkat dari pengakuan Sai Baba, manusia nyentrik

dari Khurasan yang dianggap sebagian orang sebagai penjelmaan Dajjal di abad ke-21, yang

memang mengaku sebagai Avatar (Sang Penyelamat). Benar tidaknya Sai Baba seorang Dajjal,

wallahu’alam bishawab.



Ada pun mengenai misi tersembunyi dari serial kartun Avatar, hal ini bisa benar dan bisa pula

tidak. Namun mengingat Avatar termasuk dalam film kartun jaringan Holywood (Nickelodeon),

agaknya memang perlu dikritisi lebih lanjut. Sebab, film-film produksi Hollywood memang tidak

pernah bebas nilai, selalu saja mengandung isme-isme yang aneh.

Wes Penre, salah satu tokoh artis AS yang ‘membangunkan’ kelompok musik cadas di AS di era

1980-an, menyatakan jika serial-serial besutan Walt Disney yang di luaran sepertinya

aman-aman saja dipirsa sebenarnya mengandung pengajaran kepada anak-anak kecil tentang

dunia magis dan ilmu hitam yang membahayakan keimanan. Wes Penre sudah bertobat dan kini

giat melakukan pencerahan kepada khalayak AS dan dunia tentang bahayanya produk-produk

Hollywood.



Tentang bahaya atau tidaknya serial Avatar memang perlu penelusuran yang lebih serius.

Namun yang pasti, sinetron-sinetron made in Indonesia yang konyol, jauh dari realitas

kehidupan rakyat kita, mengajarkan banyak kekerasan, membiasakan pola hidup pacaran

(bahkan bulan Ramadhan kemarin ada sinetron yang perempuannya pakai cadar tapi tetap saja

pacaran! Naudzubillah!), dan memperlihatkan kekayaan yang luar biasa, ini jauh lebih

berbahaya dipandang dari segi akidah. Seolah-olah kesuksesan hidup di dunia ini semata-mata

diukur dari banyak sedikitnya kita berhasil mengumpulkan harta kekayaan, tidak perlu

bertanya dari mana asalnya, tidak perduli jika hal itu memiskinkan orang lain.



Acara-acara di teve selain sinetron juga konyol, merusak akidah, dan melecehkan intelektual.

Hal ini bisa dilihat dari acara-acara seperti Extravaganza, dangut mania, idol-idol, paranoia, dan

sebagainya. Bisa jadi, karena muatan acara di teve sekarang mayoritas diisi dengan acara yang

merusak dan sama sekali tidak bermanfaat, banyak keluarga modern kini membuang pesawat

tevenya dan menggantinya dengan rak buku yang diisi dengan buku-buku yang bermanfaat dan

jauh lebih berguna kelak.

Wallahu’alam bishawab.

0 komentar:

Posting Komentar